Selain penandatanganan perjanjian kerja sama, kegiatan ini juga menghadirkan Studium Generale dengan pembicara utama Ketua Umum HPJI, Ketua LPJK, Ketua DPD HPJI Sumbar, serta Ketua Departemen Teknik Sipil Universitas Andalas. Para narasumber membahas berbagai tantangan dan peluang dalam mencetak insinyur jalan dan jembatan yang profesional serta berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan. Diharapkan, kerja sama ini dapat menjadi langkah strategis dalam mencetak tenaga ahli yang kompeten dan siap bersaing di industri konstruksi nasional.
MoU antara Universitas Andalas (Unand) dan Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI) bertujuan untuk menjalin kerja sama dalam pengembangan kompetensi dan penyelenggaraan kegiatan ilmiah bagi mahasiswa, alumni, dan tenaga profesional di bidang teknik sipil, khususnya dalam konstruksi jalan, jembatan, dan keselamatan jalan. Ruang lingkup kerja sama ini mencakup pendidikan dan pelatihan kompetensi, sertifikasi keahlian, pengembangan kurikulum, seminar, serta keterlibatan praktisi industri dalam perkuliahan. Nota kesepahaman ini berlaku selama lima tahun dengan mekanisme evaluasi berkala untuk memastikan efektivitas implementasi program.
Sebagai tindak lanjut, MoA antara Fakultas Teknik Universitas Andalas dan HPJI mengatur implementasi kerja sama secara lebih teknis, termasuk penyelenggaraan pelatihan berbasis standar kompetensi, uji sertifikasi ahli melalui Lembaga Sertifikasi Profesi Infrastruktur Jalan Jembatan Indonesia (LSP-IJJI), serta pendirian Tempat Uji Kompetensi (TUK) di Fakultas Teknik Unand. Selain itu, MoA juga mencakup penyelenggaraan seminar dan konferensi ilmiah terkait pembangunan infrastruktur, serta keterlibatan dosen sebagai asesor kompetensi. Kesepakatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan keterampilan mahasiswa dan lulusan Unand agar memiliki daya saing tinggi di industri konstruksi nasional.